;

Rabu, 25 Juli 2012

COPAS :Makna Sebuah Titipan

“Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku, bahwa:
sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Allah
bahwa rumahku hanya titipanNya,
bahwa hartaku hanya titipanNya,
bahwa putraku hanya titipanNya,

Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya,
mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku?
Dan kalau bukan milikku,
apa yang harus kulakukan untuk milikNya ini?

Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu
diminta kembali olehNya?

Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa
itu adalah derita.

Ketika aku berdoa,
kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta, ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak popularitas, dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan,
seolah semua "derita" adalah hukuman bagiku.

Seolah keadilan dan kasihNya harus berjalan seperti matematika:
aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih.
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku".
dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku.

Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk
beribadah...

"Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"

Makna Sebuah Titipan
(PUISI WS RENDRA)

Rabu, 28 Desember 2011

Alpaku


Ku persembahkan jiwa ragaku padaMu ya Allah
Setiap nafasku dan detik jantungku
Itulah fitrahku dan itu janjiku selalu
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)",  Q.S Al-A’raf ayat 172  

Tapi aku manusia ya tuhanku
Rabbana zalamna anfusana wa’il-lam taghfir lana wa tarhamna
lanakuunan-na minal khaasiriin…
La ilaha illa anta subhanaka inni kuntum minaz zaalimiin…
Begitu banyak lupa ku…
Begitu mudahku terlena
 Begitu mudah ku tersanjung dan sombong
Begitu mudah berputus asa, ketika kau tak segera menyambut panggilan dan permohonanku  ya Tuhanku
Seketika itu aku lebih sering menghujatMu
Lebih sering mengindahkan setiap janji yak u ucapkan sebelum ku lahir, setiap shalatku dan fitrahku
Lebih sering mengacuhkanMu
Menganggap aku PANTAS dan BERHAK untuk  lebih kau pedulikan dari hamba-hambaMu yang lain, yang barangkali lebih sabar, lebih shaleh , lebih taqwa dan tak pernah menghujatMu, yang bahkan mengorbankan setiap tetesan darahnya untuk agamaMu, sediap detiknya memikirkan apa yang telah ku berikan untuk agamaMu
Aku begitu ponggah merasa aku lebih berhak atas janjiMu padahal shalatku lalai dengan bayang2 dunia
Aku begitu ponggah merasa aku lebih utama harus kau pedulikan dari pada hambaMu yang menyumbangakan sebagian besar hartanya, sedangkan aku hanya seikhlasnya….
Aku begitu ponggah merasa aku yang lebih  mulia dari hambaMu yang lain dengan keenggananku beribadah dan mencari cintaMu dan mencoba untuk berfikir APA YANG TELAH KU BERIKAN PADAMU BUKAN APA YANG YANG TELAH KAU BERIKAN PADAKU?????
Astaghfirullah….
Yaa Muqallibal Quluub, Tsabbit Qalbi ‘Ala Diinik'

Artinya: “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu.”
[HR.Tirmidzi 3522, Ahmad 4/302, al-Hakim 1/525, Lihat Shohih Sunan Tirmidzi III no.2792]
Rabbabaa Laa Tuzigh Quluubanaa Ba’da Idz Hadaitanaa wa Hab Lana Mil-Ladunka Rahmatan Innaka Antal-Wahhaab'

Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).”
(QS. Ali Imran: 7)

Kamis, 31 Maret 2011

Meniti jalan kesadaran, memupus kesombongan



Add caption
Adakah di antara kita yang tidak bermaksiat kepada Allah SWT dalam satu hari saja? Siapa di antara kita yang sama sekali tidak merasa telah melakukan dosa, kecewa dan bersedih  dalam satu hari saja?(copas tarbawi edisi243 hal 64)

Dari Anas bin Malik Radiyallahu anhu berkata : saya mendengar Rasulullah shallahu Alahi wa salam bersabda bahwa Allah subahanahu wa ta'ala berfirman , " wahai anak adam , selagi engkau meminta dan berharap kepada-Ku, maka Aku  menngampuni segala dosamu yang telah lalu , dan Aku tidak peduli. Wahai anak adam , jika dosamu sampai setinggi langit lalu engkau meminta ampun kepada-Ku niscaya Ku ampuni. Wahai anak Adam, jika engkau datang kepada-Ku dengan kesalahan seluas bumi lalu engkau menemui-Ku tanpa menyekutukan sesuatu pun dengan-Ku niscaya Aku  datang padamu dengan ampunan seluas bumi pula"(HR at Tirmizi)
ketika kau merasa lemah,tak terasa bening-bening kristal terus mengalir, semakin begitu merasa lemah&betapa sombongnya diri, kesadaran yang bisa terlambat atau ini saatnya?????
Insafi agar kita memperoleh maknanya…..
renungkan barangkali moment ini yang membuatmu merasa begitu dekat & membutuhkanNya
Dia hanya ingin sedikit menegurmu,karena cemburuNya, sebab lamanya kita mengabaikan atau hanya selalu sekedar menegur..
Karena Dia begitu sayang padamu, karena Dia ingin engkau selalu dekat denganNYa
ujian dan teguran tak pernah terduga..
tak seperti sinetron yang alurnya sesuka hati
dibalik ujian harus ada kesyukuran walaupun dia begitu pahit & pedih
ada sayangNya agar kau tau betapa lemahnya dirimu & Dia begitu penyayang,pema'af &pemurah
ada sayangNya agar kau tak sombong, karena kau merasa sudah menjadi hambanya yang ta'at
ada sayangNya agar kau lebih baik & kau dibanggakannya ketika kau sabar & terus bertahan untuk dijalanNYa walau sulit.
Dialah sutradara yang  Maha Mengetahui….
Dan selalu memberi peluang taubat untuk hamba-hambaNYa
satu kesalahan tanpa sadar, berurutan penyakit hati karena engkau akan selalu berfikir betapa malangnya nasibmu dan tidak ada kesempatan untuk lebih baik….( padahal engkau salah saudaraku….)
satu kesalahan tanpa sabar, berurutan keterpurukan karena satu kesalahan dibutuhkan perjuangan untuk bisa terbebas dan terampunkan…..!!!
memupuk kesadaran dalam hiruk pikuk hidonisme
memupuk kesadaran dlm doktrin-doktrin modrenisme y menyingkirkan pengagan hidup atau memisahkannya apatah sebutan itu...
berfikirlah mampu...!! Maka KAU mampu..!!
...berfikirlah kau terpuruk...!!Maka KAU terpuruk..!!
sungguh Allah seperti prasangka Hamba- hambaNya………..
hidup adalah ujian…
ujian bagi manusia yang menerima beban kekhalifahan terhadap bumi ini….
Ujian bagi manusia karena dia diberi kelebihan dari pada ciptaanNya yang lain, sehingga kecumburan makhlukNYa (syitan)
(dan ingatlah ketika Kami berfirman kepada para malaikat, Sujudlah kamu kepada Adam!”maka merekapun sujud kecuali iblis, ia menolak dan menyombongkan dir, dan ia termasuk golongan yang kafir(QS Al-Baqarah:34)
Ia iblis berkata, “Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk.”(QS Al-Hijr:33)
Akhirnya Allah mengeluarkan syaitan dari syurga karena kedurhakaannya, dan syaitan meminta penangguhan kematian sampai hari akhir (QS Al-Hijr: 34-38)
Lalu syiatan bersupah “ …Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan jadikan kejahatan terasa indah bagi mereka di bumi, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya(QS Al-Hijr:39))
Ujian karena musuh manusia (syaitan) tidak akan membiarkanmu untuk membuktikan bahwa KAU lebih baik darinya!!!!!
Ujian karena syitan ingin engkau terpuruk dan membuktikan pada Allah mereka lebih baik….
Padahal Allah begitu membela kita , dengan mengatakan didepan malaikat…
Aku hendak menjadikan khalifah di bumi. Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana?, sedang kami bertasbih memuji-Mu dan mensucikan nama-Mu? “ Dia berfirman, “Sesungguhnya, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”(QS Al-Baqarah:30)
Saudaraku ….
Teruslah berusaha untuk memupuk kesadaran…
Bertaubatlah terus sampai syaitan bosan menggodamu untuk terjerumus dalam dosa yang sama dan lainya
Teruslah beristigfar sampai istigfar itu menggerakkanmu untuk meninggalkan kemaksiatan
Teruslah shalat sampai shalat bisa membebaskanmu dari kemaksiatan
Teruslah berusaha sampai musuh kita bosan dengan kita…!!!!!
“Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala” . QS Fathiir : 6
Saudaraku ketika sekarang kita mendapat kesadaran, itu berarti Allah masih sayang pada kita, karena Dia masih menyedarkan kita dan belum menutup pintu hati kita sehingga kita berfikir kemaksiatan itu bukan hal yang salah….!!!!

Walallahu’alam

Senin, 24 Januari 2011

Di balik LUKA

 "Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata: "Tuhanku telah memuliakanku".Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: "Tuhanku menghinakanku"...( Q.S Al-Fajr : 15-16)

Lemahnya aku....
Besarnya kasihNya...

Nikmat yang besar tak  berarti berkah, dia akan berkah dengan kesyukuranmu...
nikmat hakikatnya adalah ujian...
kebanyakan kita terlena dan sidikit sekali bersyukur...
bukan syukur sebatas tenggorokan, tapi kesykuran dengan perbuatanmu...

sedikit perih bukan berarti murkaNya....
Dia ingin engkau mendekatkan dirimu lagi padaNya, setelah bberapa waktu kau terlena dengan istri, anak, tahta dan harta...
pernahkah KAU berfikir seperti itu?????

Luka karena torehan, perih... mengukir..
jangan kau benci ada pisau itu!!!
karena bisa jadi, luka itu....
membuatmu lebih kuat...
membuatmu tangguh...
karena luka itu engkau menjadi lebih baik...
karena luka itu engkau lebih dicintaNya...


Haza min fadhli rabbi a asykur am akfur. Segala nikmat yang kita kecap semuanya merupakan fadhilah yang Allah SWT karuniakan kepada kita

"Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudaratan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan."( Q.S An-Nahl : 53)
 

Senin, 20 Desember 2010

Mutiara Imam Syafii

Orang Berilmu dan beradab TIDAK akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang

Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang

Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak meninggalkan busur tak akan kena sasaran

Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu Manusia bosan padanya dan enggan memandang

Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu Gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa
jika di dalam hutan

(kutipan :Negeri 5 menara, hal xiv)

Kamis, 16 Desember 2010

Buka mata, buka telinga, buka hati dan buka pikiran....

buka mata, buka telinga, buka hati dan buka pikiran kita.....
sesungguhnya begitu banyak hidayah ( petunjuk http://www.eramuslim.com/syariah/life-management/3-hidayah-petunjuk-dan-dholalah-kesesatan.htm) yang ada di sekitaran kita.....
tapi terkadang hati dan mata kita pekat dengan debu dan kotoran sehingga cahaya yang datang tidak bisa kita rasakan....
kita trus saja mengatakan tunggu "hidayah datang" padahal hidayah ( petunjuk) itu begitu banyak ada disekitaran kita... teguran orang, bacaan yang kita baca dan hal hal lain bahkan celetukan anak kecil yang sepontan yang suka mengingatkan kealpaan kita sesungguhnya adalah hidayahNya agar kita bisa memperbaiki ( dan YAKINLAH hal -hal tersebut bukan suatu kebetulan, tapi rekayasa Allah untuk memberi tahu kita sesuatu hal!!!)....contohnya : ish mbak ini dah gede gak shalat , malu dong....
buka mata , buka telinga, buka hati dan buka pikiran....

apa yang kau rasakan jika kau merupakan bagian dari suatu golongan tapi kau mendapatkan perkataan " orang-orang yang mencari jalan golongan ini lebih dicintai dari pada orang- orang yang masuk golongan ini dengan sednrinya"

hal yang membuat ku begitu keras untuk berfikir kenapa? dan kenapa?

ISLAM, kenapa DIa lebih mencintai orang- orang yang mencarinya dari pada aku yang sudah islam dari aku lahir???????
begitu banyak pertanyaan yang menghujat ku....???? membuatku tak terima....

"Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lohmahfuz)." (Q.S.al-an'aam :59)

seolah olah Ia tahu isi hatiku...

Katakanlah: "Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah mengetahui." Allah mengetahui apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.( Q.S. ali Imran : 29 )

dengan rasa kasih sayangNya , dengan kepemurahanNya kepada seluruh makhluknya yang diciptakanNya tanpa terkecuali dan dengan rasa penyayangnya bagi hamba-hambaNya yang ingin mncari kebenaran dan mengikuti perintahNya dan menjauhi laranganNya....
Ar Rahman , Ar- RahimNya

kesyukuran yang membawa pad suatu penjelasan yang kupertanyakan... salah satu jawaban adalah , bagi mereka yang mencari , akan lebih mengetahui betapa sepurnanya agama ini, betapa menetramkan, betapa BENARnya agama ini,
setiap kita pasti akan mempunyai jalan sendiri ketika kita berkeinginan untuk mengenalNya lebih dekat , mengetahui kebenaraNya, begitu indah dan tak terduga, Allah yang merancangNya agar kita meyakini kebenaran Allah....
sama seperti Ruben dengan pengalaman spritualnya, yang langsung mendapat jawaban dari Allah melalui al-qur'an...
sungguh bagi yang bersungguh sungguh untuk memperbaiki diri, pasti Allah akan membimbingNya

"Sejengkal seorang hamba dekati Tuhannya, sehasta Tuhan akan datangi. Selangkah ia datangi, seribu langkah Ia akan berlari menjemput."
Dia tidak akan meninggalkanmu samapai engkau meninggalkanNya....

selamat datang para pencari cintaNya, yang harus kau lakukan adalah 
BUKA MATA, BUKA TELINGA, BUKA HATI DAN BUKA PIKIRAN...

Sselamat mencari dan Keep istiqamah...

Kamis, 02 Desember 2010

Hadits...

Dari Ka'ab bin Malik ra., ia berkata : Rasulullah saw. bersabda : Rakusnya seorang atas harta dan kedudukan terhadap agamanya, lebih berbahaya dari pada rakusnya dua serigala lapar yang di lepas di padang gembala." ( HR At-Turmudzi)

mengingatkan kepada saudara- saudara ku yang bergerak di jalan da'wah ini, moga tetap istiqamah dan selalu meluruskan niat....